Dampak Dari Revolusi Industri 4.0 Pada Industri Pariwisata

Hasil gambar untuk revolusi industri 4.0 bidang pariwisata

Revolusi industri 4.0 adalah industri yang melibatkan teknologi cyber. Revolusi industri 4.0 akan membawa banyak perubahan dengan segala konsekuensinya, industri akan semakin kompak dan efisien. Namun ada pula risiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya Sumber Daya Manusia karena digantikan oleh mesin atau robot.

Hasil gambar untuk aplikasi travel

Kementrian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan pengembangan pariwisata 4.0 atau tourism 4.0 ditujukan bagi wisatawan milenial dengan target pertumbuhan yang berlipat. Tourism 4.0 yang ditujukan pada wisatawan milenial ditandai dengan adanya perubahaan perilaku yang cenderung lebih mandiri dan individual. Menerapkan pariwisata 4.0 di beberapa destinasi utamanya dengan membangun ekosistem digital mulai dari inspiration, arrival, destination, hingga post-trip serba digital mencerminkan era tourism 4.0. Revolusi industri 4.0 memberikan dampak yang besar dalam mengubah kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja dan gaya hidup manusia terutama pada industri pariwisata. Sekitar 70% wisatawan melakukan search and share melalui platform digital dan lebih dari  50% inbound travellers kita adalah kaum milenial. Era industri 4.0 ini ditandai dengan lahirnya cyber-physical systems di mana menggabungkan kemampuan manusia dan mesin (robot).

Hasil gambar untuk prinsip revolusi industri 4.0

Berbagai kemajuan teknologi 4.0 memungkinkan terwujudnya berbagai aplikasi yang mampu memperkaya traveller experience di satu sisi, dan secara drastis mendongkrak produktivitas industri pariwisata di sisi lain.

Hasil gambar untuk pengguna traveloka

Dengan teknologi yang berkembang pesat yang memudahkan para wisatawan untuk melihat destinasi, pesan dan bayar dalam satu aplikasi di ponsel dengan cepat, murah dan mudah. Era industri 4.0 akan mengubah serta mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar. Hal ini didorong dengan terwujudnya ”cost value” atau dikenal dengan “more orless, experience value (personalized) dan plarform value  (resource sharing) yang dapat dinikmati para wisatawan. Terwujudnya seamless dan personalized experience didorong dengan adanya peran teknologi 4.0. Teknologi ini diantaranya big data analytics, artificial intelligence, internet of things, robotics, augmented reality, cloud computing, dan blockchain. Contoh paling konkret adalah robotic airport guide/helper yang membantu wisatawan mempercepat proses check-in dan boarding di bandara. Menpar juga memanfaatkan teknologi augmented reality (AR). Teknologi ini memungkinkan munculnya pelayanan e-conciergemobile payment, atau asisten pribadi. Sementara itu, teknologi virtual reality memungkinkan penyedia jasa pariwisata mengurangi jumlah brosur.

Hasil gambar untuk pariwisata dan wisatawan

Agar potensi pariwisata maksimal menghadapi industri ini Indonesia perlu memiliki 4 pilar utama. Pertama adalahi safety and security (keselamatan dan keamanan), kedua healthy and hygienis (kesehatan dan kebersihan), ketiga tourism information and interaction (informasi dan interaksi) dan keempat environment responsibillity (lingkungan). Safety bisa diartikan sebagai faktor keamanan yang menjamin wisatawan merasa aman secara fisik maupun psikologis. Destinasi wisata sebaiknya memiliki sarana dan fasilitas yang memadai sesuai dengan standar operasional prosedur. Kedua faktor kesehatan yang merupakan elemen penting tempat wisata dalam menyediakan aneka kuliner bersih dan enak serta memunculkan ciri khas. Agar potensi pariwisata maksimal menghadapi industri ini Indonesia perlu memiliki 4 pilar utama. Pertama adalahi safety and security (keselamatan dan keamanan), kedua healthy and hygienis (kesehatan dan kebersihan), ketiga tourism information and interaction (informasi dan interaksi) dan keempat environment responsibillity (lingkungan). Dengan perkembangan industri 4.0 diharapkan Indonesia dapat bersaing di dunia Internasional.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started